<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>my corner</title>
	<atom:link href="http://ivan.blog.mediaindonesia.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com</link>
	<description>Just another Blog.mediaindonesia.com Blogs weblog</description>
	<pubDate>Mon, 18 May 2009 00:33:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Pieter tanuri say Multistrada Arah Sarana: “A Raising Star in The Replacement Tire Market”</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/18/pieter-tanuri-say-multistrada-arah-sarana-%e2%80%9ca-raising-star-in-the-replacement-tire-market%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/18/pieter-tanuri-say-multistrada-arah-sarana-%e2%80%9ca-raising-star-in-the-replacement-tire-market%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 May 2009 00:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Lebih banyak orang yang ingat Denzel Washington dibandingkan Cuba Gooding, Jr.
Padahal dua-duanya adalah pemenang Piala Oscar yang African American. Kebetulan saja Denzel memang mendapatkan Oscar lebih banyak -satu untuk best actor dan satu untuk best supporting actor- dibandingkan Cuba yang hanya dapat satu Oscar untuk best supporting actor. Tapi bukan jumlah Piala Oscar yang membedakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lebih banyak orang yang ingat Denzel Washington dibandingkan Cuba Gooding, Jr.</p>
<p>Padahal dua-duanya adalah pemenang Piala Oscar yang African American. Kebetulan saja Denzel memang mendapatkan Oscar lebih banyak -satu untuk <em>best actor</em> dan satu untuk <em>best supporting actor</em>- dibandingkan Cuba yang hanya dapat satu Oscar untuk <em>best supporting actor</em>. Tapi bukan jumlah Piala Oscar yang membedakan keterkenalan keduanya.</p>
<p>Denzel sudah banyak tampil sebagai pemeran utama di film-film laris dan bermain bersama bintang-bintang top, sementara Cuba lebih banyak tampil sebagai pemeran pembantu. Selain itu, film-film laris Denzel banyak mengundang perhatian karena banyak hal, mulai dari cerita film yang mengisahkan tokoh yang besar, hingga ke keputusan kontroversial yang diambilnya. Yang tersebut terakhir ini muncul ketika Denzel menolak beradegan romantis dengan sejumlah pemeran wanita yang kebetulan kulit putih karena ia percaya masyarakat Amerika Serikat belum siap.</p>
<p>Keputusan semacam itu membuat kaget banyak orang, terutama para pemeran utama wanita yang beradu peran dengan dia, yang percaya bahwa masyarakat Amerika sudah berubah. Belakangan, setelah percaya bahwa saatnya sudah tiba, dia akhirnya berani beradegan romantis. Dan ia bisa dibilang tidak salah mengambil keputusan terutama kalau mengingat bahwa ternyata dibutuhkan waktu agar peran sebagai pemeran utama yang bagus di berbagai film memang layak diganjar dengan Oscar sebagai pemeran utama pria terbaik, dimana ia merupakan African American kedua yang menang di kategori itu.</p>
<p>Pencapaian tersebut menyebabkan Cuba jadi semakin kalah bersinar dibanding Denzel. Mau tak mau dia mesti mencari celah yang memungkinkan eksistensi dan relevansinya sebagai seorang aktor yang bagus –sekalipun hanya aktor pembantu– dihargai orang. Salah satu usaha Cuba adalah menjadi pengisi suara untuk sebuah film kartun.</p>
<p>Seperti halnya dunia film, dunia bisnis juga lebih bersahabat dengan mereka yang termasuk sebagai <em>leading actor </em>dibandingkan <em>supporting actor</em>. Tapi sebagaimana Cuba, <em>business player </em>yang tergolong sebagai <em>supporting actor </em>harus tidak gampang menyerah dan terus mencari <em>opportunity</em> baru. Inilah yang misalnya dilakukan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), <em>a rising star in the replacement tire market</em>.</p>
<p>Bisa jadi belum banyak orang yang tahu bahwa MASA adalah perusahaan yang mengeluarkan produk Achilles, Corsa dan Strada. Maklum, selain tidak main di OEM tire market, MASA memang lebih memilih untuk menjalankan <em>low budget high impact campaign</em>. Ketika para pesaing yang lebih besar tidak mau masuk ke balapan slalom dan bahkan drifting, MASA bukan hanya mensponsori dan membentuk tim, tapi bahkan juga membuat produk khusus dimana gesekan ban dengan jalan akan mengeluarkan asap berwarna.</p>
<p>Menariknya, langkah MASA yang seperti itu dibiarkan saja oleh para pesaingnya yang lebih besar. Akibatnya produk MASA mendapatkan exposure yang semakin besar dikalangan penggemar otomotif, terutama setelah melihat performance produknya. Dengan bekal semacam itu, MASA lebih enak untuk masuk ke berbagai komunitas otomotif.</p>
<p>MASA sebetulnya bukan pemain yang tidak punya <em>track record</em>. Meski baru didirikan di tahun 1988, tapi dalam waktu relatif singkat MASA bisa menciptakan kesempatan membangun kompetensi dengan bekerjasama bersama pabrik ban termuka dunia seperti Pirelli dan Continental. Tapi krisis ekonomi di tahun 1997-1998 memaksa MASA tidak bisa mengeksploitasi kompentensi yang coba dibangunnya.</p>
<p>Dimulai dari restrukturisasi keuangan yang dilakukan sejak tahun 2004, MASA pelan tapi pasti mulai membangun kembali kompetensi di industri ban, terutama dalam membangun produk ban berkualitas. Salah satunya adalah mendatangkan mesin-mesin pembuat ban generasi baru. Keberadaan mesin semacam itu, membuat MASA lebih mudah melakukan <em>trust building </em>melalui <em>factory visit </em>bukan hanya dengan media otomotif dan para penggemar otomotif, tapi juga para pemilik toko ban.</p>
<p>Respon yang cukup bagus dari kelompok-kelompok tersebut tidak membuat MASA jadi <em>over confident</em>. Dengan jeli, MASA justru memilih untuk memposisikan produknya sebagai <em>value product</em>, punya kualitas tapi harganya terjangkau. Ditambah dengan inovasi dari segi marketing dan dari segi produk, pelan tapi pasti MASA yang hanya memilih masuk di kategori <em>replacement </em>dan tidak masuk di kategori OEM muncul menjadi <em>rising star </em>industri ban <a id="pilih">Indonesia</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/18/pieter-tanuri-say-multistrada-arah-sarana-%e2%80%9ca-raising-star-in-the-replacement-tire-market%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pieter Tanuri hadir dalam acara Multistrada Cetak Rekor Muri</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/13/pieter-tanuri-hadir-dalam-acara-multistrada-cetak-rekor-muri/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/13/pieter-tanuri-hadir-dalam-acara-multistrada-cetak-rekor-muri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 06:12:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencetak rekor Museum Rekor Indonesia sebagai produsen ban mobil penumpang berukuran rim 22 inci pertama di Indonesia. Ban dengan merek Achilles Desert Hawk UHP (ultra high performance) ini menunjukkan bahwa produsen tanah air juga memiliki teknologi dan kualitas yang tak kalah dengan ban-ban impor.
“Setelah melalui riset dan pengembangan yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencetak rekor Museum Rekor Indonesia sebagai produsen ban mobil penumpang berukuran rim 22 inci pertama di Indonesia. Ban dengan merek Achilles Desert Hawk UHP (ultra high performance) ini menunjukkan bahwa produsen tanah air juga memiliki teknologi dan kualitas yang tak kalah dengan ban-ban impor.</strong></p>
<p>“Setelah melalui riset dan pengembangan yang mendalam, kami berhasil memproduksi ban UHP untuk memenuhi permintaan konsumen ban rim 22 inci berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Presiden Direktur PT MASA Pieter Tanuri kepada <em>INILAH.COM</em> pada anugerah penghargaan MURI di Front Row Jakarta Kamis malam, (22/5).</p>
<p>Penghargaan diserahkan langsung oleh founder MURI Jaya Suprana berupa sertifikat resmi kepada Pieter Tanuri dengan simbolis yang sekaligus mengukuhkan peluncuran resmi ban Achilles Desert Hawk UHP di Indonesia.</p>
<p>“MURI mengakui dan bangga kepada Multistrada yang pertama memproduksi ban dengan rim 22 inci hasil karya anak bangsa. Kami berharap MASA akan terus memajukan industri dalam negeri untuk meningkatkan loyalitas bangsa ini,” kata Jaya Suprana dalam sambutannya.</p>
<p>Pieter menambahkan, ban yang sepenuhnya didesain anak bangsa ini memiliki harga yang</p>
<p>terjangkau karena produksinya di dalam negeri dengan <em>raw material</em> dari dalam negeri juga. Sedangkan untuk teknologinya menggunakan teknologi terbaru dari mesin yang saat ini menjadi satu-satunya di Indonesia yakni mesin <em>Tire Building Machine</em> VMI 248SL.</p>
<p>“Ban ini memiliki standard dunia, mulai dari rating kecepatan ‘V’, ramah lingkungan berkat penambahan <em>compound silica</em>, teknologi nylon tanpa sambungan dan teknologi Ecosave,” ujarnya.</p>
<p>Pieter menambahkan, ban Achilles Desert Hawk UHP ini cocok untuk mobil yang lebih dinamis, sesuai untuk menunjang lifestyle pemilik mobil seperti Honda CR-V, Toyota Fortuner bahkan mobil sedan premium. Bisa juga bagi pemilik kendaraan yang menginginkan konversi dari ban rim 22 inci seri 55, 65 dan 70 yang ingin meningkatkan penampilan mobilnya.</p>
<p>“Untuk performa dan ketahanan sudah melalui pengujian indoor dan outdoor seperti test kecepatan tinggi, <em>braking energy, bead unsetting, durability dan filling test</em>. Jadi bisa dibuktikan ketangguhannya,” papar Pieter sembari menambahkan sebagian besar ban terbaru ini diekspor ke luar negeri.</p>
<p>Ban yang dilepas ke pasar dalam negeri di kisaran Rp 2,7 juta ini selisih harganya mencapai 30-40% dibanding ban-ban yang didatangkan impor yang rata-rata seharga Rp 4-6 juta.</p>
<p>Saat ini MASA terus melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan produk ban mobil dan motor dengan kualitas tinggi, ramah lingkungan (Ecosave) dan harga yang lebih kompetitif untuk memenuhi permintaan (value for money product). [O1]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2009/05/13/pieter-tanuri-hadir-dalam-acara-multistrada-cetak-rekor-muri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Capress Indonesia Contek Obama</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/29/capress-indonesia-contek-obama/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/29/capress-indonesia-contek-obama/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Hampir semua bakal calon presiden dan partai politik Indonesia terinspirasi oleh keberhasilan Barrack Obama memanfaatkan Internet sebagai wahana untuk menggalang dukungan warga Amerika Serikat untuk menjadikannya sebagai calon presiden dari Demokrat, mengalahkan Hillary Clinton. Maka saya tidak heran jika para bakal capres kini mulai memanfaatkan Internet, terutama yang muda-muda seperti Rizal Mallarangeng, Fadjroel Rachman dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir semua bakal calon presiden dan partai politik Indonesia terinspirasi oleh keberhasilan Barrack Obama memanfaatkan Internet sebagai wahana untuk menggalang dukungan warga Amerika Serikat untuk menjadikannya sebagai calon presiden dari Demokrat, mengalahkan Hillary Clinton. Maka saya tidak heran jika para bakal capres kini mulai memanfaatkan Internet, terutama yang muda-muda seperti Rizal Mallarangeng, Fadjroel Rachman dan Soetrisno Bachir. <span id="more-10"></span></p>
<p>Langkah Obama dan tim kampanyenya menggunakan Internet memang luar biasa. Melalui jaringan maya itulah Obama menyebarluaskan kampanyenya dan berkomunikasi dengan warga AS. Dengan jaringan Internet itu pula mereka merekrut partisipan dan pendukung baru. Melalui situs resmi Obama, mereka menggalang dana dalam jumlah banyak — meski recehan — mengalahkan dana yang diraih oleh Hillary, pesaingnya dari sesama Demokrat dan McCain, rivalnya di Republik. Bahkan melalui berbagai jaringan sosial, terutama Facebook, Obama membangun komunitas pendukung Obama — yang pecintanya ternyata bukan hanya warga AS tetapi juga seluruh dunia, termasuk Indonesia.</p>
<p>Kesuksesan inilah yang menggerakkan banyak bakal capres Indonesia untuk masuk ke dunia maya.  Sayangnya, mereka kebanyakan menjiplak apa yang dilakukan Obama. Misalnya saja, mereka membuka account di Facebook kemudian mengundang sebanyak mungkin warga Indonesia yang ada di jaringan sosial yang lagi ngetop di kalangan profesional Indonesia ini untuk menjadi temanya <em>(add as friend)</em>. Mereka juga akan menjiplak situs resmi Obama, dengan segala fitur yang ada di sana.</p>
<p>Apakah jurus menjiplak langkah Obama itu tepat bagi para bakal capres kita?</p>
<p>Saya yakin, TIDAK.</p>
<p>Kenapa?</p>
<p>Pertama, <em>online user behavior </em>pengguna Internet di Indonesia sudah jelas beda dengan warga Amerika Serikat. User behavior yang berbeda harus didekati dengan strategi yang berbeda pula.</p>
<p>Kedua, kampanye online membutuhkan tim manajemen online yang tidak kalah jagonya dibanding tim manajemen kampanye konvensional. Sejauh yang saya amati saat ini, tim kampanye online dirangkap oleh tim manajemen kampanye konvensional.</p>
<p>Ketiga, Internet bukanlah teknologi. Internet adalah media komunikasi. Jadi bukan sekadar kecanggihan fiturnya yang diperlukan. Lebih dari itu, kehebatan komunikasilah yang menjadi dasar utamanya. Sayangnya, para bakal capres tersebut, sejauh ini, sekadar hadir (eksis) dan bicara di Internet secara satu arah dan sedikit dua arah.  Mereka tidak membangun komunikasi dua arah, tiga arah, empat arah, dan seterusnya — yang biasa disebut sebagai <em>many to many</em>.</p>
<p>Saya masih punya banyak alasan lain. Namun tiga hal itu saja sudah cukup untuk mengingatkan para bakal capres untuk tidak menjiplak mentah-mentah jurus Obama karena itu hanya membuang-buang waktu dan biaya. Perlu strategi khusus untuk memanfaatkan Internet sebagai wahana kunci dari kampanye terpadu seorang bakal capres Indonesia agar bisa menuai hasil yang optimal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/29/capress-indonesia-contek-obama/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Contoh Bill Gates</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/jangan-contoh-bill-gates/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/jangan-contoh-bill-gates/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 22:37:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Sudah banyak yang tahu kehebatan Bill Gates. Pendiri Microsoft Corporations ini menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Tahun ini posisinya direbut Warren Buffet, karena ia ceroboh ingin mencaplok Yahoo!, sehingga nilai saham Microsoft melorot, dan kekayaan bersihnya pun ikut terpotong. Andai tidak melakukan langkah blunder itu, ia masih terkaya di dunia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah banyak yang tahu kehebatan Bill Gates. Pendiri Microsoft Corporations ini menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Tahun ini posisinya direbut Warren Buffet, karena ia ceroboh ingin mencaplok Yahoo!, sehingga nilai saham Microsoft melorot, dan kekayaan bersihnya pun ikut terpotong. Andai tidak melakukan langkah blunder itu, ia masih terkaya di dunia tahun ini. Tidak heran jika ia menjadi idola banyak orang, termasuk saya.<span id="more-7"></span></p>
<p>Fokusnya di dunia peranti lunak memang tak tergoyahkan. Sepanjang hidupnya, fokus bisnisnya hanya di satu bidang ini — atau yang berkaitan dengan peranti lunak, jasa dan solusi. Ia tak pernah menoleh sedikitpun ke bidang lain. Pria kelahiran 28 Oktober 1955 ini mampu membangun Micrsoft dari titik nol menjadi perusahaan dengan penjualan sebesar US$ 51,12 miliar alias sekitar Rp 500 triliun pada tahun fiskal Juni 2007. Itu artinya hampir setara dengan 70% belanja negara kita tahun ini.</p>
<p>Melalui payung Microsoft pula ia mampu menampung 78 ribu tenaga kerja yang tersebar di 105 negara. Melalui Microsoft pula ia mendominasi pasar peranti lunak dunia.</p>
<p>Dengan prestasi yang sedemikian hebat, tidak mengherankan jika kedatangannya di Indonesia pekan lalu disambut meriah. Kuliah umumnya berjudul ‘Second Digital Decade’ yang digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jumat 9 Mei lalu, dihadiri 2.500 orang, mulai dari presiden, menteri kabinet, pengusaha, profesional hingga mahasiswa. Masih ribuan lagi lainnya yang terpaksa gigit jari karena kehabisan tiket untuk mengikuti kuliah umum itu.</p>
<p>Ada satu hal penting yang disampaikan Bill Gates mengenai pendidikan pada kuliah umum itu. “Semua anak (pelajar) harus menyelesaikan pendidikan, untuk itu perlu semua pihak termasuk pemerintahan anda, harus turun tangan untuk itu,” kata Bill Gates, yang disambut tepuk tangan hadirin. Bahkan pada saat sesi tanya jawab, Bill Gates secara tegas menyarankan agar para mahasiswa tidak meniru dirinya,yang DO di tengah jalan meski sempat kuliah di Harvard University.</p>
<p>“Selesaikan kuliah Anda dan raihlah gelar akademis,” katanya.</p>
<p>Bagaimanapun juga, kuliah adalah saat yang paling tepat untuk memenuhi segala keingintahuan mahasiswa. Dan jika ingin menjadi pengusaha, gunakanlah kesempatan magang di perusahaan secara maksimal.</p>
<p>“Saya ini contoh yang buruk,” katanya seperti dikutip <a href="http://www.detikfinance.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/05/tgl/09/time/112936/idnews/936704/idkanal/68" target="_blank">Detikcom</a>.</p>
<p style="text-align: center"> </p>
<p>Selama ini, saya sering membaca kesalahpahaman banyak orang yang ingin menjadi pengusaha dengan mengorbankan kuliah. <em>“Bill Gates yang nggak lulus kuliah saja bisa jadi yang terkaya di dunia,”</em> kira-kira begitulah alasan mereka. Bahkan mereka bisa memberikan banyak contoh orang yang sukses di dunia usaha tanpa embel-embel sarjana. Larry Allison — pendiri Oracle Corporation — misalnya, adalah mahasiswa gagal. Steven Spielberg, sutradara film-film box office dunia, juga putus kuliah. Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, sang triliuner baru yang baru berumur 23 tahun, juga tak menyelesaikan kuliahnya di Harvard University.</p>
<p>Kenyataan di atas kadang malah digunakan sebagai lelucon: bahwa mereka yang pintar secara akademis tidak akan sukses di dunia usaha. Mereka yang pintar dan lulus sarjana malah menjadi jongos orang-orang “bodoh” yang tidak lulus kuliah.</p>
<p>Memang, mereka yang tidak memiliki gelar sarjana tetap berpeluang menjadi pengusaha sukses. Namun bukan berarti bahwa mengorbankan kuliah merupakan tiket menuju sukses. Bahkan, jika dilakukan penelitian, kemungkinan sarjana yang sukses menjadi pengusaha amat banyak. Namun, karena sarjana sukses berusaha dianggap sebagai hal yang biasa, tidak banyak media yang mengulasnya. Lebih menarik mengupas tokoh-tokoh sukses yang latarbelakangnya menderita atau kurang bagus — termasuk tidak lulus kuliah. Ini yang bisa menimbulkan persepsi sesat bahwa DO adalah ciri pengusaha sukses.</p>
<p>Bill Gates sudah menyampaikan dengan jelas, bahwa dirinya adalah contoh yang buruk dalam hal akademis. Sesungguhnya ia sangat ingin menggondol gelar sarjana. Simak bagaimana pidatonya setelah ia menerima gelar sarjana kehormatan dari Harvard University tahun lalu:</p>
<p><em>“Sudah lebih dari 30 tahun saya menunggu untuk mengatakan ini, ‘Ayah, saya selalu bilang saya akan kembali (ke kampus) dan meraih gelar.’ Tahun depan (2008) saya akan ganti pekerjaan. Merupakan sesuatu yang menyenangkan bahwa bisa mencantumkan gelar sarjana di daftar riwayat hidup.”<br />
</em><br />
Benar, ia kini telah berganti pekerjaan. Ia sudah mundur dari manajemen Microsoft, dan “hanya” menjadi <em>chairman</em>. Waktunya lebih banyak didedikasikan ke Yayasan “Bill and Melinda Gates” yang didirikan tahun 2000 dengan tujuan membantu proyek-proyek peningkatan kesehatan, pengurangan kemiskinan, dan proyek yang memperluas akses masyarakat kepada teknologi.</p>
<p>Ucapan Bill Gates menyiratkan sesuatu, yang kira-kira seperti ini: “Contohlah saya, tapi jangan di sisi akademis.”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/jangan-contoh-bill-gates/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Bill Gates</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/selamat-jalan-bill-gates/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/selamat-jalan-bill-gates/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 22:37:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Saya termasuk yang bahagia begitu mendengar kabar Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft Corporation tiga hari lalu, tepatnya pada Jumat 27 Juni 2008. Sudah saatnya ia melepaskan jabatan apapun di perusahaan yang dibangunnya sejak 30 tahun lalu. Terlalu lama berkutat di bisnis — apalagi setelah ia mencapai titik tertinggi sebagai pebisnis terkaya di dunia — [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya termasuk yang bahagia begitu mendengar kabar Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft Corporation tiga hari lalu, tepatnya pada Jumat 27 Juni 2008. Sudah saatnya ia melepaskan jabatan apapun di perusahaan yang dibangunnya sejak 30 tahun lalu. Terlalu lama berkutat di bisnis — apalagi setelah ia mencapai titik tertinggi sebagai pebisnis terkaya di dunia — hanya buang-buang waktu. Maka keputusannya untuk melepaskan diri dari Microsoft  dan memilih konsentrasi ke kegiatan amal melalui yayasan yang dibangun bersama istrinya — Bill &amp; Melinda Gates Foundations — merupakan langkah jitu menurut saya.<span id="more-5"></span></p>
<p>Begitu banyak yang mendukung langkah Bill Gates itu. Hampir semua pebisnis dan selebritis memberikan respon positif. Kebanyakan mengucapkan selamat jalan kepada raja peranti lunak tersebut. Bagaimana pun juga, ia manusia langka di bumi ini. Prestasinya amat luar biasa. Sulit dicari tandingannya. Bahkan ketika majalah Forbes mencoba membandingkan Bill Gates dengan pengusaha lain, mereka kesulitan. Hanya sedikit orang yang bisa memberi kontribusi sosial sebesar Bill Gates. Tentu jauh lebih sedikit lagi yang bisa sesukses Bill Gates dalam hal mengumpulkan kekayaan. Bayangkan saja, dengan USD 58 miliar di kantongnya, total kekayaan bersih Bill Gates setara dengan 1/190 GNP <em>(gross national product)</em> Amerika Serikat saat ini.</p>
<p>Perhatikan perjalanan kekayaan Bill Gates di bawah ini.</p>
<p><strong>1986: Kekayaan bersihnya sebesar USD 315 juta.</strong></p>
<p>Maret 1986, Microsoft masuk bursa saham, dan Bill Gates masih menggenggam 45% saham. Dalam sehari, harga sahamnya melonjak USD 7 di atas harga penawaran perdana yang sebesar USD 28 per saham. Untuk pertama kalinya Bill Gates masuk dalam daftar orang terkaya sejagad di majalah Forbes.</p>
<p><strong>1987: Kekayaan bersihnya sebesar USD 1,25 miliar.</strong></p>
<p>Harapan investor terhadap peluang dan masa depan industri peranti lunak melambung tinggi. Seiring dengan itu, melambung pula harga saham Microsoft sebesar enam kali lipat harga saat IPO — hanya dalam tempo setahun. Saat itulah Bill Gates menjadi miliader (<em>dengan mata uang UDS lho</em>) untuk pertama kalinya. Meski kaya raya “mendadak”, ia enggan pensiun.</p>
<p><strong>1990: Kekayaan bersihnya sebesar USD 2,5 miliar.</strong></p>
<p>Pada saat itu Microsoft meluncurkan Windows 3.0. Penjualan melejit tinggi, sampai 2 juta kopi terserap ke seluruh penjuru dunia.  Micoroft pun mencetak rekor sebagai perusahaan komputer yang berhasil mencatat penjualan di atas USD 1 miliar. Bill Gates membeberkan strateginya untuk menaruh “Windows dimana saja”. Akibatnya, harga saham Microsoft meroket, dan kekayaan bersih Bill Gates melonjak dua kali lipat.</p>
<p><strong>1995: Kekayaan bersihnya sebesar USD 14,8 miliar.</strong></p>
<p>Keberuntungan Bill Gates seolah datang tiada henti. Harga sahamnya terus saja naik tanpa kompromi. Apalagi ketika Microsoft meluncurkan Windows 95. Piranti lunak itu menciptakan rekor: terjual sebanyak sejuta kopi hanya dalam tempo empat hari setelah peluncuran. Pada tahun 1995, Bill Gates juga menoreh sejarah baru dalam hidupnya: ia menulis buku <em>The Road Ahead</em>. Meski mendapat banyakkritikan, bukunya juga masuk dalam jajaran <em>best seller </em>dunia.</p>
<p><strong>1997: Kekayaan bersihnya sebesar USD 39,8 miliar.</strong></p>
<p>Kekayaannya terus melambung. Bahkan pada tahun 1997, Bill Gates lebih kaya USD 19 miliar dibandung orang kaya kedua di dunia saat itu: Warren Buffet. Dengan perbedaan begitu besar, rasanya amat sulit menggeser Bill Gates dari posisi orang terkaya sejagad. Barangkali itu sebabnya Bill Gates mulai tampak lebih santai. Ia, seperti dicatat oleh Forbes, tidak <em>ngoyo</em> lagi.</p>
<p><strong>1999: Kekayaan bersihnya sebesar USD 85 miliar.</strong></p>
<p>Kejayaan industri teknologi terus mendorong kenaikan harga saham Microsoft. Hanya dalam setahun saja, kekayaan bersihnya bertambah sebesar USD 35 miliar. Itu artinya, kekayaanya bertambah sebesar USD 3 juta alias Rp 276 miliar setiap jamnya!</p>
<p><strong>2000: Kekayaan bersihnya sebesar USD 63 miliar.</strong></p>
<p>Pada satu titik di 1999, kekayaan bersih Bill Gates pernah melampaui USD 100 miliar. Namun pada tahun 2000 kekayaan bersihnya merosot tinggal USD 63 miliar. Kekayaannya tergerus oleh tiga faktor. Pertama, hancurnya pasar modal yang dipicu oleh tumbangnya bisnis dotcom. Kedua, Microsoft harus menghadapi persoalan pengadilan yang mencoba memecah bisnis Microsoft karena dituduh memonopoli pasar. Ketiga, Bill Gates sendiri sedang banyak melakukan kegiatan amal yang menyedot banyak uangnya.</p>
<p>Tahun ini juga menjadi sejarah bagi Bill Gates karena ia mengundurkan diri sebagai eksekutif. Ia mengangkat Steve Balmer sebagai CEO. Ia sendiri duduk sebagai <em>Chairman</em>.</p>
<p><strong>2008: Kekayaan bersihnya sebesar USD 58 miliar.</strong></p>
<p>Setelah 13 (tiga belas) tahun berturut-turut memegang tahta sebagai orang terkaya sejagad, kini untuk pertama kalinya ia tergeser di posisi ketiga oleh raja investasi <a href="http://www.sudutpandang.com/entrepreneurship/warren-buffett-sang-pendepak-bill-gates/">Warren Buffet</a> dan raja telko asal Meksiko, Carlos Slim.</p>
<p><a href="http://www.sudutpandang.com/wp-content/uploads/2008/07/gates.jpg"></a>Tahun ini pula Bill Gates mencatat sejarah baru: mengundurkan diri dari Microsoft secara total.</p>
<p>Ia memilih jalan lain: mendermakan kekayaan dan ilmunya untuk kemaslahatan umat manusia sedunia melalui berbagai kegiatan yang terfokus pada pemberantasan penyakit yang membunuh anak, pendidikan dan pemberantasan kelaparan. Ia tidak peduli lagi dengan posisinya sebagai orang terkaya sejagad.</p>
<p>Selamat jalan Bill Gates. Perjalanan bisnis dan hidupmu yang warna warni menginspirasi banyak orang — termasuk saya tentunya.</p>
<p>Selamat datang ke dunia baru: sebuah dunia yang nyaris tak bersentuhan dengan “benda tanpa nyawa” seperti inovasi peranti lunak yang selama tiga dasawarsa ia geluti. Tentu ini pengalaman menarik baginya. Saya berharap, ia mencetak prestasi hebat juga di sini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/selamat-jalan-bill-gates/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Good artists copy, great artists steal</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/good-artists-copy-great-artists-steal/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/good-artists-copy-great-artists-steal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Sep 2008 22:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ivan.blog.mediaindonesia.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Dua pekan lalu, AstroTV beberapa kali menayangkan film Pirates of Silicon Valley, yang mengisahkan bagaimana Bill Gates dan Steve Jobs muda mulai merintis bisnisnya, dan kini menjadi raja-raja di Lembah Silicon. Bill Gates menjadi raja peranti lunak melalui Microsoft Corp dan selama 13 tahun menjadi orang terkaya sejagad. Sementara itu Steve Jobs menjadi raja peranti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua pekan lalu, AstroTV beberapa kali menayangkan film Pirates of Silicon Valley, yang mengisahkan bagaimana Bill Gates dan Steve Jobs muda mulai merintis bisnisnya, dan kini menjadi raja-raja di Lembah Silicon. Bill Gates menjadi raja peranti lunak melalui Microsoft Corp dan selama 13 tahun menjadi orang terkaya sejagad. Sementara itu Steve Jobs menjadi raja peranti keras melalui Apple Macintosh, dan kini meraja-lela dengan iPod dan iPhone. Ternyata, kedua orang hebat itu menjadi raja dari “mencuri”.<span id="more-3"></span></p>
<p>Film ini amat menarik. Bukan hanya menggambarkan perbedaan karakter Bill Gates dan Steve Jobs. Tetapi juga dilengkapi dengan berbagai kutipan orang-orang top. Misalnya ada kutipan kalimat gembong mafia: “<em>Keep your friends close, but keep your enemies closer</em>“. Kalau mau berhasil, kita mesti lebih mendekat ke pesaing daripada ke teman-teman kita sendiri. Ada juga kalimat  “<em>Good artists copy, great artists steal</em>” yang sangat terkenal dari Picasso. (dikutip dari sudutpandang.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/17/good-artists-copy-great-artists-steal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/04/hello-world/</link>
		<comments>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/04/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Sep 2008 10:29:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to Blog.mediaindonesia.com Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://blog.mediaindonesia.com/">Blog.mediaindonesia.com Blogs</a>. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ivan.blog.mediaindonesia.com/2008/09/04/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
