Selamat Jalan Bill Gates
Saya termasuk yang bahagia begitu mendengar kabar Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft Corporation tiga hari lalu, tepatnya pada Jumat 27 Juni 2008. Sudah saatnya ia melepaskan jabatan apapun di perusahaan yang dibangunnya sejak 30 tahun lalu. Terlalu lama berkutat di bisnis — apalagi setelah ia mencapai titik tertinggi sebagai pebisnis terkaya di dunia — hanya buang-buang waktu. Maka keputusannya untuk melepaskan diri dari Microsoft dan memilih konsentrasi ke kegiatan amal melalui yayasan yang dibangun bersama istrinya — Bill & Melinda Gates Foundations — merupakan langkah jitu menurut saya.
Begitu banyak yang mendukung langkah Bill Gates itu. Hampir semua pebisnis dan selebritis memberikan respon positif. Kebanyakan mengucapkan selamat jalan kepada raja peranti lunak tersebut. Bagaimana pun juga, ia manusia langka di bumi ini. Prestasinya amat luar biasa. Sulit dicari tandingannya. Bahkan ketika majalah Forbes mencoba membandingkan Bill Gates dengan pengusaha lain, mereka kesulitan. Hanya sedikit orang yang bisa memberi kontribusi sosial sebesar Bill Gates. Tentu jauh lebih sedikit lagi yang bisa sesukses Bill Gates dalam hal mengumpulkan kekayaan. Bayangkan saja, dengan USD 58 miliar di kantongnya, total kekayaan bersih Bill Gates setara dengan 1/190 GNP (gross national product) Amerika Serikat saat ini.
Perhatikan perjalanan kekayaan Bill Gates di bawah ini.
1986: Kekayaan bersihnya sebesar USD 315 juta.
Maret 1986, Microsoft masuk bursa saham, dan Bill Gates masih menggenggam 45% saham. Dalam sehari, harga sahamnya melonjak USD 7 di atas harga penawaran perdana yang sebesar USD 28 per saham. Untuk pertama kalinya Bill Gates masuk dalam daftar orang terkaya sejagad di majalah Forbes.
1987: Kekayaan bersihnya sebesar USD 1,25 miliar.
Harapan investor terhadap peluang dan masa depan industri peranti lunak melambung tinggi. Seiring dengan itu, melambung pula harga saham Microsoft sebesar enam kali lipat harga saat IPO — hanya dalam tempo setahun. Saat itulah Bill Gates menjadi miliader (dengan mata uang UDS lho) untuk pertama kalinya. Meski kaya raya “mendadak”, ia enggan pensiun.
1990: Kekayaan bersihnya sebesar USD 2,5 miliar.
Pada saat itu Microsoft meluncurkan Windows 3.0. Penjualan melejit tinggi, sampai 2 juta kopi terserap ke seluruh penjuru dunia. Micoroft pun mencetak rekor sebagai perusahaan komputer yang berhasil mencatat penjualan di atas USD 1 miliar. Bill Gates membeberkan strateginya untuk menaruh “Windows dimana saja”. Akibatnya, harga saham Microsoft meroket, dan kekayaan bersih Bill Gates melonjak dua kali lipat.
1995: Kekayaan bersihnya sebesar USD 14,8 miliar.
Keberuntungan Bill Gates seolah datang tiada henti. Harga sahamnya terus saja naik tanpa kompromi. Apalagi ketika Microsoft meluncurkan Windows 95. Piranti lunak itu menciptakan rekor: terjual sebanyak sejuta kopi hanya dalam tempo empat hari setelah peluncuran. Pada tahun 1995, Bill Gates juga menoreh sejarah baru dalam hidupnya: ia menulis buku The Road Ahead. Meski mendapat banyakkritikan, bukunya juga masuk dalam jajaran best seller dunia.
1997: Kekayaan bersihnya sebesar USD 39,8 miliar.
Kekayaannya terus melambung. Bahkan pada tahun 1997, Bill Gates lebih kaya USD 19 miliar dibandung orang kaya kedua di dunia saat itu: Warren Buffet. Dengan perbedaan begitu besar, rasanya amat sulit menggeser Bill Gates dari posisi orang terkaya sejagad. Barangkali itu sebabnya Bill Gates mulai tampak lebih santai. Ia, seperti dicatat oleh Forbes, tidak ngoyo lagi.
1999: Kekayaan bersihnya sebesar USD 85 miliar.
Kejayaan industri teknologi terus mendorong kenaikan harga saham Microsoft. Hanya dalam setahun saja, kekayaan bersihnya bertambah sebesar USD 35 miliar. Itu artinya, kekayaanya bertambah sebesar USD 3 juta alias Rp 276 miliar setiap jamnya!
2000: Kekayaan bersihnya sebesar USD 63 miliar.
Pada satu titik di 1999, kekayaan bersih Bill Gates pernah melampaui USD 100 miliar. Namun pada tahun 2000 kekayaan bersihnya merosot tinggal USD 63 miliar. Kekayaannya tergerus oleh tiga faktor. Pertama, hancurnya pasar modal yang dipicu oleh tumbangnya bisnis dotcom. Kedua, Microsoft harus menghadapi persoalan pengadilan yang mencoba memecah bisnis Microsoft karena dituduh memonopoli pasar. Ketiga, Bill Gates sendiri sedang banyak melakukan kegiatan amal yang menyedot banyak uangnya.
Tahun ini juga menjadi sejarah bagi Bill Gates karena ia mengundurkan diri sebagai eksekutif. Ia mengangkat Steve Balmer sebagai CEO. Ia sendiri duduk sebagai Chairman.
2008: Kekayaan bersihnya sebesar USD 58 miliar.
Setelah 13 (tiga belas) tahun berturut-turut memegang tahta sebagai orang terkaya sejagad, kini untuk pertama kalinya ia tergeser di posisi ketiga oleh raja investasi Warren Buffet dan raja telko asal Meksiko, Carlos Slim.
Tahun ini pula Bill Gates mencatat sejarah baru: mengundurkan diri dari Microsoft secara total.
Ia memilih jalan lain: mendermakan kekayaan dan ilmunya untuk kemaslahatan umat manusia sedunia melalui berbagai kegiatan yang terfokus pada pemberantasan penyakit yang membunuh anak, pendidikan dan pemberantasan kelaparan. Ia tidak peduli lagi dengan posisinya sebagai orang terkaya sejagad.
Selamat jalan Bill Gates. Perjalanan bisnis dan hidupmu yang warna warni menginspirasi banyak orang — termasuk saya tentunya.
Selamat datang ke dunia baru: sebuah dunia yang nyaris tak bersentuhan dengan “benda tanpa nyawa” seperti inovasi peranti lunak yang selama tiga dasawarsa ia geluti. Tentu ini pengalaman menarik baginya. Saya berharap, ia mencetak prestasi hebat juga di sini.