Pieter tanuri say Multistrada Arah Sarana: “A Raising Star in The Replacement Tire Market”

May 18th, 2009 by admin

Lebih banyak orang yang ingat Denzel Washington dibandingkan Cuba Gooding, Jr.

Padahal dua-duanya adalah pemenang Piala Oscar yang African American. Kebetulan saja Denzel memang mendapatkan Oscar lebih banyak -satu untuk best actor dan satu untuk best supporting actor- dibandingkan Cuba yang hanya dapat satu Oscar untuk best supporting actor. Tapi bukan jumlah Piala Oscar yang membedakan keterkenalan keduanya.

Denzel sudah banyak tampil sebagai pemeran utama di film-film laris dan bermain bersama bintang-bintang top, sementara Cuba lebih banyak tampil sebagai pemeran pembantu. Selain itu, film-film laris Denzel banyak mengundang perhatian karena banyak hal, mulai dari cerita film yang mengisahkan tokoh yang besar, hingga ke keputusan kontroversial yang diambilnya. Yang tersebut terakhir ini muncul ketika Denzel menolak beradegan romantis dengan sejumlah pemeran wanita yang kebetulan kulit putih karena ia percaya masyarakat Amerika Serikat belum siap.

Keputusan semacam itu membuat kaget banyak orang, terutama para pemeran utama wanita yang beradu peran dengan dia, yang percaya bahwa masyarakat Amerika sudah berubah. Belakangan, setelah percaya bahwa saatnya sudah tiba, dia akhirnya berani beradegan romantis. Dan ia bisa dibilang tidak salah mengambil keputusan terutama kalau mengingat bahwa ternyata dibutuhkan waktu agar peran sebagai pemeran utama yang bagus di berbagai film memang layak diganjar dengan Oscar sebagai pemeran utama pria terbaik, dimana ia merupakan African American kedua yang menang di kategori itu.

Pencapaian tersebut menyebabkan Cuba jadi semakin kalah bersinar dibanding Denzel. Mau tak mau dia mesti mencari celah yang memungkinkan eksistensi dan relevansinya sebagai seorang aktor yang bagus –sekalipun hanya aktor pembantu– dihargai orang. Salah satu usaha Cuba adalah menjadi pengisi suara untuk sebuah film kartun.

Seperti halnya dunia film, dunia bisnis juga lebih bersahabat dengan mereka yang termasuk sebagai leading actor dibandingkan supporting actor. Tapi sebagaimana Cuba, business player yang tergolong sebagai supporting actor harus tidak gampang menyerah dan terus mencari opportunity baru. Inilah yang misalnya dilakukan PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA), a rising star in the replacement tire market.

Bisa jadi belum banyak orang yang tahu bahwa MASA adalah perusahaan yang mengeluarkan produk Achilles, Corsa dan Strada. Maklum, selain tidak main di OEM tire market, MASA memang lebih memilih untuk menjalankan low budget high impact campaign. Ketika para pesaing yang lebih besar tidak mau masuk ke balapan slalom dan bahkan drifting, MASA bukan hanya mensponsori dan membentuk tim, tapi bahkan juga membuat produk khusus dimana gesekan ban dengan jalan akan mengeluarkan asap berwarna.

Menariknya, langkah MASA yang seperti itu dibiarkan saja oleh para pesaingnya yang lebih besar. Akibatnya produk MASA mendapatkan exposure yang semakin besar dikalangan penggemar otomotif, terutama setelah melihat performance produknya. Dengan bekal semacam itu, MASA lebih enak untuk masuk ke berbagai komunitas otomotif.

MASA sebetulnya bukan pemain yang tidak punya track record. Meski baru didirikan di tahun 1988, tapi dalam waktu relatif singkat MASA bisa menciptakan kesempatan membangun kompetensi dengan bekerjasama bersama pabrik ban termuka dunia seperti Pirelli dan Continental. Tapi krisis ekonomi di tahun 1997-1998 memaksa MASA tidak bisa mengeksploitasi kompentensi yang coba dibangunnya.

Dimulai dari restrukturisasi keuangan yang dilakukan sejak tahun 2004, MASA pelan tapi pasti mulai membangun kembali kompetensi di industri ban, terutama dalam membangun produk ban berkualitas. Salah satunya adalah mendatangkan mesin-mesin pembuat ban generasi baru. Keberadaan mesin semacam itu, membuat MASA lebih mudah melakukan trust building melalui factory visit bukan hanya dengan media otomotif dan para penggemar otomotif, tapi juga para pemilik toko ban.

Respon yang cukup bagus dari kelompok-kelompok tersebut tidak membuat MASA jadi over confident. Dengan jeli, MASA justru memilih untuk memposisikan produknya sebagai value product, punya kualitas tapi harganya terjangkau. Ditambah dengan inovasi dari segi marketing dan dari segi produk, pelan tapi pasti MASA yang hanya memilih masuk di kategori replacement dan tidak masuk di kategori OEM muncul menjadi rising star industri ban Indonesia.

Pieter Tanuri hadir dalam acara Multistrada Cetak Rekor Muri

May 13th, 2009 by admin

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) mencetak rekor Museum Rekor Indonesia sebagai produsen ban mobil penumpang berukuran rim 22 inci pertama di Indonesia. Ban dengan merek Achilles Desert Hawk UHP (ultra high performance) ini menunjukkan bahwa produsen tanah air juga memiliki teknologi dan kualitas yang tak kalah dengan ban-ban impor.

“Setelah melalui riset dan pengembangan yang mendalam, kami berhasil memproduksi ban UHP untuk memenuhi permintaan konsumen ban rim 22 inci berkualitas tinggi dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Presiden Direktur PT MASA Pieter Tanuri kepada INILAH.COM pada anugerah penghargaan MURI di Front Row Jakarta Kamis malam, (22/5).

Penghargaan diserahkan langsung oleh founder MURI Jaya Suprana berupa sertifikat resmi kepada Pieter Tanuri dengan simbolis yang sekaligus mengukuhkan peluncuran resmi ban Achilles Desert Hawk UHP di Indonesia.

“MURI mengakui dan bangga kepada Multistrada yang pertama memproduksi ban dengan rim 22 inci hasil karya anak bangsa. Kami berharap MASA akan terus memajukan industri dalam negeri untuk meningkatkan loyalitas bangsa ini,” kata Jaya Suprana dalam sambutannya.

Pieter menambahkan, ban yang sepenuhnya didesain anak bangsa ini memiliki harga yang

terjangkau karena produksinya di dalam negeri dengan raw material dari dalam negeri juga. Sedangkan untuk teknologinya menggunakan teknologi terbaru dari mesin yang saat ini menjadi satu-satunya di Indonesia yakni mesin Tire Building Machine VMI 248SL.

“Ban ini memiliki standard dunia, mulai dari rating kecepatan ‘V’, ramah lingkungan berkat penambahan compound silica, teknologi nylon tanpa sambungan dan teknologi Ecosave,” ujarnya.

Pieter menambahkan, ban Achilles Desert Hawk UHP ini cocok untuk mobil yang lebih dinamis, sesuai untuk menunjang lifestyle pemilik mobil seperti Honda CR-V, Toyota Fortuner bahkan mobil sedan premium. Bisa juga bagi pemilik kendaraan yang menginginkan konversi dari ban rim 22 inci seri 55, 65 dan 70 yang ingin meningkatkan penampilan mobilnya.

“Untuk performa dan ketahanan sudah melalui pengujian indoor dan outdoor seperti test kecepatan tinggi, braking energy, bead unsetting, durability dan filling test. Jadi bisa dibuktikan ketangguhannya,” papar Pieter sembari menambahkan sebagian besar ban terbaru ini diekspor ke luar negeri.

Ban yang dilepas ke pasar dalam negeri di kisaran Rp 2,7 juta ini selisih harganya mencapai 30-40% dibanding ban-ban yang didatangkan impor yang rata-rata seharga Rp 4-6 juta.

Saat ini MASA terus melakukan inovasi-inovasi dalam mengembangkan produk ban mobil dan motor dengan kualitas tinggi, ramah lingkungan (Ecosave) dan harga yang lebih kompetitif untuk memenuhi permintaan (value for money product). [O1]

Capress Indonesia Contek Obama

September 29th, 2008 by admin

Hampir semua bakal calon presiden dan partai politik Indonesia terinspirasi oleh keberhasilan Barrack Obama memanfaatkan Internet sebagai wahana untuk menggalang dukungan warga Amerika Serikat untuk menjadikannya sebagai calon presiden dari Demokrat, mengalahkan Hillary Clinton. Maka saya tidak heran jika para bakal capres kini mulai memanfaatkan Internet, terutama yang muda-muda seperti Rizal Mallarangeng, Fadjroel Rachman dan Soetrisno Bachir. Read the rest of this entry »

Jangan Contoh Bill Gates

September 17th, 2008 by admin

Sudah banyak yang tahu kehebatan Bill Gates. Pendiri Microsoft Corporations ini menjadi manusia terkaya di planet ini selama 13 tahun berturut-turut. Tahun ini posisinya direbut Warren Buffet, karena ia ceroboh ingin mencaplok Yahoo!, sehingga nilai saham Microsoft melorot, dan kekayaan bersihnya pun ikut terpotong. Andai tidak melakukan langkah blunder itu, ia masih terkaya di dunia tahun ini. Tidak heran jika ia menjadi idola banyak orang, termasuk saya. Read the rest of this entry »

Selamat Jalan Bill Gates

September 17th, 2008 by admin

Saya termasuk yang bahagia begitu mendengar kabar Bill Gates mengundurkan diri dari Microsoft Corporation tiga hari lalu, tepatnya pada Jumat 27 Juni 2008. Sudah saatnya ia melepaskan jabatan apapun di perusahaan yang dibangunnya sejak 30 tahun lalu. Terlalu lama berkutat di bisnis — apalagi setelah ia mencapai titik tertinggi sebagai pebisnis terkaya di dunia — hanya buang-buang waktu. Maka keputusannya untuk melepaskan diri dari Microsoft  dan memilih konsentrasi ke kegiatan amal melalui yayasan yang dibangun bersama istrinya — Bill & Melinda Gates Foundations — merupakan langkah jitu menurut saya. Read the rest of this entry »

Good artists copy, great artists steal

September 17th, 2008 by admin

Dua pekan lalu, AstroTV beberapa kali menayangkan film Pirates of Silicon Valley, yang mengisahkan bagaimana Bill Gates dan Steve Jobs muda mulai merintis bisnisnya, dan kini menjadi raja-raja di Lembah Silicon. Bill Gates menjadi raja peranti lunak melalui Microsoft Corp dan selama 13 tahun menjadi orang terkaya sejagad. Sementara itu Steve Jobs menjadi raja peranti keras melalui Apple Macintosh, dan kini meraja-lela dengan iPod dan iPhone. Ternyata, kedua orang hebat itu menjadi raja dari “mencuri”. Read the rest of this entry »

Hello world!

September 4th, 2008 by admin

Welcome to Blog.mediaindonesia.com Blogs. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!